Tentara Soekarno di Gunung Lawu, Estafet Kekuasaan dari SBY ke Jokowi

0

SBY adalah simbol dunia nyata dan dunia mistis. Laku tapa brata dan kekuatan supranatural melingkupinya. Hingga ketika semua kekuatan hampir hilang terkait misalnya Hambalang, anaknya pun selamat, meski telah disebut oleh Nazaruddin. Jokowi sebagai orang Jawa mengambil sikap berbeda.

Bung Karno mengunjungi Gunung Lawu dengan tujuan Sendang Drajat, Argo Dalem, Hargo Dumilah. Ketiga petilasan tersebut sejajar tegak lurus saling berhadapan dengan Istana Mangkunegaran Solo. Artinya siapa pun yang berziarah dan mengunjunginya akan menjadi penguasa di Nusantara dalam skala sesuai dengan lakunya.

Eyang saya Presiden Soeharto mengunjungi Gunung Lawu sejak masih menjadi Pangdam Diponegoro dan ketika masih menjadi tantara KNIL. Gus Dur pun mengunjungi tempat itu di masa muda. Ketika menjadi Presiden RI, Gus Dur ditandu naik ke puncak gunung tersebut.

SBY pun mengunjungi tempat tersebut 2013 terakhir kalinya. (Melanjutkan trend itu, anak SBY pun mengunjungi Tawangmangu dan belum memiliki kemampuan mistis spiritual seperti SBY, hingga dia batal. Dia pun gagal mendampingi Prabowo atau pun Jokowi.

Pun SBY sudah tahu kepastian kekuatan mistis yang sedang berlangsung. Bahwa orang yang memang di-endorse oleh kekuatan spiritual Gunung Lawu yang akan berkuasa. Dan, Jokowi telah ada di sana.)

Sementara spiritualisme Jokowi mengambil arah dari kalangan Islam ahlus sunnah wal jamaah, kalangan NU dan Muhammadiyah. Jokowi mengambil jalan Bung Karno dan Gus Dur yang berafiliasi ke Islam damai, bukan Islam garis keras.

Maka menjadi sangat menarik mengikuti laku yang dilakukan oleh Jokowi yakni menekankan pada spiritualitas ritual seperti puasa Senin-Kamis, dan rajin menjalankan puasa. Ini langkah untuk mengasah spiritualisme dan ketajaman intuisi.

Dengan laku seperti itu, Jokowi dipastikan akan mendapatkan dukungan tentara mistis spiritual Nusantara. Tentara spiritual Nusantara itu tetap dalam kuasa pemimpin terbesar setelah kejatuhan Brawijaya V, yakni Bung Karno.

Bung Karno ini terkait dengan Ki Juru Martani, salah satu arsitek terpenting dari tiga pendiri Kerajaan Mataram Islam yakni Ki Juru Martani, Ki Panjawi, dan Ki Ageng Pamanahan. Oleh sebab itu Bung Karno kali ke Gunung Lawu, selain eyang saya Presiden Soeharto, dilanjutkan oleh SBY. SBY sudah tahu tantara spiritual Nusantara yang dipimpin oleh Bung Karno akan tetap di trek yang dekat dengan Gunung Lawu: Jokowi! Demikian Ki Sabdopanditoratu. Salam bahagia ala saya. (Penulis: Ninoy N Karundeng).