Skenario Rizieq Sukses Besar, Skenario Ratna Sarumpaet, Prabowo Gagal!

0
Prabowo dan Ratna Sarumpaet. Foto Istimewa

Dirancang oleh konsultan asing, skenario ‘penderitaan dan pendzoliman’ bohong, mendapat perlawanan dari kubu lawan. Pelarian Ratna Sarumpaet kabur ke Chile gagal total. Rangkaian cerita kebohongan yang disusun rapi sejak awal 2017 terbongkar di hari terakhir eksekusi persekongkolan.

Strategi ini sebenarnya untuk menguatkan skenario yang sudah sukses: pelarian Rizieq ke Arab Saudi. Skenario ini berhasil dan sukses besar membangun opini ‘penderitaan, pendzoliman’ yang dijadikan narasi – meski sebenarnya Rizieq adalah buronan dan kriminal.

Teori Dasar Strategi Kampanye Prabowo

Teori ‘kerusuhan, berita bohong, fitnah’ menjadi bagian integral Timses Prabowo sejak 2014 lalu. Meskipun kalah, apalagi ketika unsur terbesar kekuatan politik identitas diambil alih oleh Jokowi, dengan merebut Ma’ruf Amin, maka  hanya delapan strategi berikut yang paling pas dipakai.

Strategi dasar Timses Prabowo (1) menggunakan retorika omong kosong sebagai senjata, (2) tidak peduli konten atau isi berita benar atau salah, (3) dilakukan terus-menerus secara kreatif  dan tidak lelah membuat serangan.

Lalu (4) tanpa adanya fact-checking dan tidak memedulikannya (tidak peduli kebenaran), (5) memiliki corong yang antagonis (Rizieq Shihab, Mardani Ali, Ratna Sarumpaet, Buni Yani, Neno Warisman, Fadli Zon, Fahri Hamzah, Jonru, Amien Rais, Ahmad Dhani, dll.).

Itu bertujuan untuk (6) memecah-belah untuk adu domba dan kisruh politik, (7) jika kalah atau terpojok dalam strategi maka mereka akan merebut kembali peran seolah membela, seperti FPI yang menyebut pembela Pancasila dan NKRI), dan  (8) hanya bisa terjadi dalam persaingan terpolarisasi dua kubu yakni Jokowi melawan Prabowo, SBY dan Islam radikal dan khilafah.

Narasi Latar Dibangun untuk Strategi Kebohongan Terbesar

Dari seluruh strategi menggunakan kebohongan sebagai alat penciptaan berita, strategi paling diharapkan, paling spektakuler Ratna Sarumpaet-lah yang dianggap terbesar.

Maka seluruh pentolan turun gunung, termasuk Ratna Sarumpaet sebagai aktor-aktrisnya. Prabowo. Anies Baswedan. Sandiaga Uno. Hanum Rais, Amien Rais, Fadli Zon, Fahri Hamzah. Fahira Idris. Semua dilibatkan. Ini show of force for lies (pamer kekuatan untuk kebohonngan) terbesar Prabowo untuk dijadikan bahan kampanye.

Berbagai upaya awal sebagai latar belakang untuk berita bohong Ratna Sarumpaet telah dibangun secara bersama-sama. Rapi. Neno Warisman mobil terbakar. Peristiwa itu digambarkan sebagai ancaman terhadap dirinya.

Lalu Ahmad Dhani, Neno Warisman menjadi pelaksana menebar provokasi dengan rancagan tagar Mardani Ali Sera. Di Batam. Di Surabaya. Di Medan. Dan …berbagai kota kegiatan Neno Warisman dan Ahmad Dhani ditolak.

Ratna Sarumpaet juga melakukan provokasi. Provokasi terbesarnya adalah ketika langsung menyerang Luhut Binsar Pandjaitan. Kasus kapal tenggelam di Danau Toba dijadikan alat menyerangnya. Hasilnya? LBP gagal disulut. Gagallah rancangan itu.

Padahal, hanya dengan skenario pedzoliman dan penipuan peristiwa untuk membangun opini  yang disarankan oleh konsultan asing. Kisah sukses menggunakan skenario Rizieq kabur ke Arab Saudi dianggap berhasil. Kubu Prabowo menang banyak.

Banyak faktor yang membuat capres penculik dan pecatan jenderal  itu sukses besar. Faktor terbesarnya adalah kemampuan kubu Prabowo menghubungkan imej, kesan, persepsi sebuah ‘nilai’ yakni ulama dan Islam sebagai alat politik.

Strategi Gagal Kubu Prabowo

Sesuai dengan arahan ahli strategi kubu Prabowo sejak 2014, kampanye harus menggunakan isu negatif untuk menyerang pemerintahan Jokowi. Upaya fitnah seperti Obor Rakyat, Tabloid Ummah, dll. tetap akan dilakukan. Untuk itu perlu peristiwa besar, berita besar. Ratna Sarumpaet menjadi pelaku.

(Terbukti narasi Prabowo pra dan pasca terbongkarnya skenario hoax Ratna Sarumpaet selalu menyebut ancaman, HAM, ketidakadilan, kekejaman, kemiskinan, yang sengaja dilontarkan setelah pemantik isu yakni skenario Ratna Sarumpaet sukses bergulir.)

Nah, seluruh persiapan operasi kebohongan hampir rampung. Latar belakang provokasi sudah dijalankan oleh Neno, Dhani, dll. Pun cheer leaders seperti Fahira Idris, Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Amien Rais, Dahnil, Rachel, dll bahkan Prabowo dan Sandi. Pendana juga sudah siap. Anies Baswedan. Klop.

Ratna Sarumpaet akan menjadi tandem Rizieq dari luar negeri. Dengan modal pemelintiran berita kasusnya, Ratna Sarumpaet akan menjadi corong kampanye dari luar negeri. Setelah isu-isu Rizieq tidak efektif lagi karena faktor Ma’ruf Amin. (Ratna kampanye dari luar negeri, sekali lagi, untuk memanfaatkan psikologi orang awam Indonesia yang demen luar negeri.)

Ratna Sarumpaet akan diskenariokan untuk membangun opini lewat kebudayaan dan kekerasan terhadap perempuan. Padahal semuanya adalah kebohongan. Dan, inti dari peristiwa ini adalah bahwa teori dasar kampanye negatif Prabowo pun mendapatkan perlawanan. Kali ini Ratna Sarumpaet gagal. Prabowo gagal. Dan …. Jenderal Tito Karnavian dan BIN (antar lembaga) bukanlah tandingan kroco pilek Ratna Sarumpaet cs.! Salam bahagia ala saya.