Setelah TGB, PKS Dukung Jokowi, Moeldoko Titik Kompromi

0
TGB dan PKS

Zainul Majdi alias TGB Tuan Guru Bajang saja sudah bikin heboh jagad politik. Apalagi ketika elite PKS nanti mendukung Jokowi. Di permukaan tampak para pentolan PKS seperti Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, dan Tifatul Sembiring condong ikut gerbong Jusuf Kalla, dan PAN.

Jusuf Kalla kuat di Sulawesi. Apalagi dengan gerbong Dewan Masjid Indonesia. Ini dilihat sebagai kekuatan JK oleh PKS. PKS sendiri tetap percaya diri dengan kekuatan jaringan akar rumputnya.

Masalahnya, PKS sedang puasa ekonomi. Maka kini PKS lapar proyek, lapar kekuasaan. Kader dan jaringan PKS pun tak kebagian kue ekonomi yang cukup. Empat tahun puasa jabatan bagi PKS adalah derita tak terkira.

Tergencet Ekonomi, PKS Memeluk Islam Radikal

Sejatinya PKS berbeda dengan Wahabi dan Salafi bahkan dengan mazhab politik lain. PKS berideologi organisasi teroris Ikhwanul Muslimin asal Mesir. IM dilarang di Mesir, Arab Saudi, Yordania, Aljazair, Syria, Lebanon, Yaman, dan negara-negara Teluk. Namun ideologi radikal teroris itu diadopsi oleh simpatisan ISIS Erdogan di Turki. Di Indonesia dipeluk oleh PKS.

Partai pengusung Islam sebagai jargon ini, sejatinya hanya partai ekonomi. Benar di grass-roots militan. Penyebabnya adalah doktrin kerbau dicucuk hidungnya alias setia kepada pimpinan.

Ajaran cuci otak puluhan tahun tentang ‘samikna wa atokna’ telah melekat di alam bawah sadar kader PKS. Saya dengar saya taat. Pentolan harus ditaati. Salah benar tidak penting. Kasihan bener kader PKS setia jualan ideologi Islam, di elite-nya yang dipikirin duit. Contoh elite rakus duit hedonis ya Ahmad Fatanah dan Luthfi Hasan Ishaq.

Sementara Jokowi gencar menghajar teroris. PKS yang militan dan dianggap beririsan dengan simpatisasi terhadap ISIS, teroris seperti Osama, seperti yang disampaikan dalam puisi Presiden PKS Anis Matta. Tifatul Sembiring men-twitt-kan ISIS secara nyinyir.

Dalam puasa ekonomi, PKS berijtihad mendukung gerakan Islam radikal seperti FPI. Bahkan saking lapar ekonomi, PKS mendukung HTI. Ini disampaikan bersama dengan PAN dan Gerindra yang mendukung banding pembubaran HTI. Benar-benar keblinger karena duit. Kekuasaan.

Diserang, PKS Merapat ke Jusuf Kalla

Rakyat Indonesia menggencet PKS, menuntut pembubarannya. Internal PKS terbelah. Faksi Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, PKS taklid, Sohibul Iman, saling berjibaku untuk menentukan arah politik. Terkait Pilpres 2019 pun PKS terpecah-belah. Sohibul Iman bisa jadi merapat ke Jokowi.

Menghadapi serangan rakyat, PKS tetap istiqomah dan merapatkan barisan. Bersama ormas gerakan seperti ATC (Aksi Cepat Tanggap) dan Dompet Dhuafa, dan yayasan pesantren dan masjid mendapatkan dana aktivitas gerakan.

Untuk menguatkan gerakan PKS merebut pengelolaan masjid. Kini banyak masjid yang dikuasai HTI dan FPI. Namun, yang unik adalah organisasi masjid dikuasai oleh Jusuf Kalla dan Budi Gunawan. Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Buang Ideologi, Motif Ekonomi PKS Dukung Jokowi

PKS bisa membuang ideologinya. Strategi merapat ke kekuasaan yang memiliki pengaruh ekonomi selalu berlaku bagi PKS. Dulu ada Demokrat sebagai kasir. Dulu Gerindra dan Reza Chalid membiayai. Kini Prabowo bangkrut. PKS pun tak segan masuk ke kubu Jusuf Kalla. Tetapi perhitungan ekonomi membingungkan PKS. Lalu ke mana arah PKS? Ke arah yang mungkin menang.

Arah hendak masuknya PKS ke dalam Istana ini sangat wajar. Sekali lagi karena motif ekonomi. Kalau di kalangan Istana ada penyusup itu tak mengherankan. PKS ada di mana-mana. Bahkan di organisasi pun seperti Mafindo, orang bekas PKS beralias Zek, alias Septiaji Eko Nugroho, alias Muhammad Jawy mepet sampai ke ring 1 Istana. Hal yang sah. Wajar.

Maka ketika segala derita PKS terakumulasi, salah satu opsi ijtihad politik PKS adalan mendukung Jokowi. Mendukung yang kuat dan menang. Dukungan PKS terhadap Jokowi makin mencairkan elektabilitas yang digadangkan Airlangga Hartarto dan Cak Imin. Para parpol Golkar dan PKB mendapatkan pesaing. Dan, alternatif tokoh non parpol menguat. Moeldoko pilihan terbaik. Titik kompromi antarparpol.