Relawan DBTI Solidaritas Jangkau Daerah Terisolir di Palu dan Donggala

0

Wuines.com – Puluhan relawan yang tergabung dalam Dokter Bhineka Tunggal Ika (DBTI) Solidaritas memberikan pelayanan di Desa Sibado, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala. Tim medis DBTI, psikolog, dan perawat antara lain dr. Esther, Sp. A, dr. Rafiq, dr. Ivana, dr. Caroline, Yenninof berusaha menjangkau daerah tersebut dua hari lalu.

Para relawan menyalurkan bantuan berupa selimut, bahan makanan, tenda, tikar, terpal dan makanan. Selain itu tentu pelayanan kesehatan. DBTI Solidaritas juga melakukan layanan trauma healing kepada 57 orang di Sibado, Sirenja, Donggala.

Banyak pasien terutama anak-anak rentan terhadap penyakit dan terkena diare, ISPA, dermatitis dan OA. Di desa tersebut ratusan pasien mendapatkan layanan kesehatan, termasuk bayi, balita, anak-anak, pasien dewasa dan para lansia.

Tanggal 12/10/2018 layanan serupa dilakukan di Desa Layana, Kelurahan Layana Indah, Kecamatan Mantikulore, Palu. Sebanyak 95 pasien menerima layanan kesehatan terdiri dari bayi sampai lansia. Keluhan penyakit selain diare, ISPA, dermatitis, Myalgia, hipertensi.

Meski di Kota Palu, lokasi ini relatif sulit dijangkau, bahkan komunikasi seluler tidak bisa dilakukan. Wilayah ini kurang sarana sanitasi. Perlu sumber air yang memadai. Perlu disediakan MCK.

Laporan yang diterima oleh Wuines.com menyebutkan kendala utama di lapangan adalah akses jalan yang rusak. Listrik pun di beberapa wilayah terdampak belum menyala. Fasilitas sanitasi, MCK, sumber air pun sangat terbatas. Termasuk sungai dijadikan fasilitas sanitasi bersama, yang rentan terhadap penyebaran penyakit.

Melihat perkembangan di lapangan, DBTI berencana untuk membuka posko tim medis dan klinik darurat. Ini diperlukan agar penanganan pasien lebih efektif. Tim relawan DBTI berikutnya akan berangkat pada 15 Oktober 2015 mendatang, menyusul tim yang sekarang tengah bertugas di lapangan. (Wuines.com)