Ratna Sarumpaet Dikorbankan Prabowo, Tes Keberanian Jenderal Tito Karnavian

0
Prabowo dan Ratna Sarumpaet. Foto Istimewa

Inilah saatnya. Ini waktu yang tepat bagi Polisi untuk menghantam si pembuat onar Ratna Sarumpaet. Kiprah selebritas khilafah radikalis Ratna Sarumpaet telah mencapai puncaknya. Penyebar hoax tentang Rp 23 triliun Papua saatnya diakhiri. Hoax yang dibuat kubu Prabowo sedemikian masif dan melibatkan hampir seluruh pentolan Timses Prabowo.

Kasus penganiayaan palsu Ratna Sarumpaet adalah bentuk pelanggaran hukum. Namun, dalam konteks Pilpres 2019, cara-cara menjadi korban pedzoliman dianggap sebagai cara tetap paling manjur mengeruk suara rakyat.

Maka upaya penyebaran hoaks dengan tujuan menjadi korban siksaan ‘orang tak dikenal’ atau ‘oknum’ tertentu adalah tindakan yang heroik dari Ratna Sarumpaet.

Secara berjamaah rancangan pembuatan berita bohong dan penyebarannya telah disiapkan. Maka serta merta para penyebar hoaks terbentuk. Operasi plastik disulap menjadi berita penganiayaan.

Nanik S. Deyang. Prabowo Subianto. Sandiaga Uno. Dahnil Anzar Simanjuntak. Ferdinand Hutahaean. Fahri Hamzah. Fadli Zon. Habiburokhman. Ratna Sarumpaet. Hanum Rais. Amin Rais. Rachel Maryam. Mereka kegirangan. Menyebut pelanggaran HAM dan sebagainya. Ramai.

Mereka mendeskreditkan pemerintahan. Ini merusak kredibilitas Polri, TNI, BIN, dan bahkan diarahkan untuk menyerang Jokowi.

Yang menjadi pertanyaan sekarang. Akankah Polri dengan Jenderal Polisi Tito Karnavian takut dan surut menyerah kepada kubu Prabowo? Dengan pertimbangan keamanan dan ketertiban? Dengan justru menghitung dampak lanjutan ketika hukum ditegakkan?

Jenderal Tito tidak perlu khawatir. Rakyat waras di belakang Jenderal Tito.

Justru ini kesempatan menghantam si nenek pembuat onar Ratna Sarumpaet. Juga Polri bisa memberi pelajaran bagi Prabowo dan kubunya.

Jika tidak dihukum, dampaknya, kubu Prabowo akan melakukan pelanggaran hukum yang lebih besar. Toh tidak ditindak. Toh Polri dan Jenderal Tito tidak berani menghadapi kubu Prabowo. Itu di benak mereka.

Polri pasti akan menghitung.

Elite kubu Prabowo juga berhitung. Kini mereka telah menyudutkan Ratna Sarumpaet. Artinya, Ratna Sarumpaet dikorbankan untuk upaya kampanye kotor ini.

Bisa jadi, kompromi adu kekuatan antara kubu Jokowi dan kubu Prabowo terjadi. Namun, Polri tetap harus mendapatkan satu orang yang dihukum. tampaknya yang paling realistis adalah Ratna Sarumpaet. Si nenek pembuat onar ini harus menjadi korban dan dikorbankan.

Tidak apa. Yang penting harus ada yang dihukum. Siapapun dia. Meski bukan Prabowo atau Sandi atau Rachel Maryam. Yang terlemah dan tidak begitu bermanfaat di kubu Prabowo ya Ratna Sarumpaet ini.  Salam bahagia ala saya.