Prabowo-Sandi Sebagai Ulama, Jokowi-Ma’ruf Amin Umaro

0

Saya yakin. Prabowo-Sandi adalah ulama besar. Meski Prabowo-Sandiaga Uno sama sekali bukan lulusan sekolah pesantren terkenal. Prabowo pun demikian. Namun penentunya adalah kesalehan. Ketakwaan. Pun ketaatannya sungguh mengagumkan. Jaminan mutu sebagai simbol ulama tak tertandingi.

Reinkarnasi perubahan fantastis mimikri terjadi pada Prabowo. Dari pendiri partai nasionalis Gerindra ke partai demen FPI pun mencengangkan. Luar biasa. Gerakan Indonesia Raya berubah menjadi pendukung Rizieq. Mengidolakan Rizieq FPI.

Bahkan dengan penuh tawadhu Gerindra, PAN, PKS dengan keimanan tingkat tinggi sebagai perwakilan ulama mendukung banding pembubaran HTI. Padahal HTI adalah organisasi terlarang anti Pancasila.

Jatuh bangun menjadi cawapres dan capres tiga kali mengubahnya. Kalah pertama masih nasionalis sejati. Kalah kedua pun demikian. Kali ketiga kalah kegalauan muncul. Meski dengan Muhammad Riza Chalid yang membiayai Obor Rakyat. Itu awal Prabowo memeluk erat politik identitas. Kampanye hitam kelam dengan fitnah pun menjadi santapan. Targetnya pun pribadi Jokowi dan keluarganya.

Rasa puas bahagia akibat kekalahan Pilpres 2014 pun makin mendalam. Upaya apapun akan dipakai untuk merebut kekuasaan. Kebahagiaan itu semakin menjadi ketika pentolan masjid Jusuf Kalla dan pembiar dan pemelihara Petral Susilo Bambang Yudhoyono mendukung.

Prabowo dan mereka bersatu padu dengan kalangan Islam radikal menyingkirkan Ahok. Dengan tekanan massa dan tekanan hukum-politik paling menjijikkan dalam sejarah Indonesia. Naiknya Anies-Sandi memberi peluang dan bunga-bunga harum semerbak. Karena praktik politik identitas sukses besar dengan menggalang sentimen ulama dan umara.

Mimpi Prabowo semakin melambung tinggi tak terbayangkan ke langit tujuh. Bahwa dengan aliansi dengan SBY, dengan FPI dan Islam radikal, dengan partai agama PKS, dengan para bekas anggota HTI dan kalangan lain, Prabowo-Sandi harus muncul menjadi sosok ulama. Mimikri dan metamorfose paling fenomenal. Tak terbayangkan oleh orang tidak waras sekali pun.

Maka kini Sandi dan Prabowo akan tampil memberikan tausiah. Memberikan siraman rohani dan jasmani kalau perlu. Memberikan kesejukan ayat-ayat yang mereka hapal di luar kepala. Mereka sangat fasih menjadi representasi ulama. Luar biasa. Kita akan mengikuti tausiah yang dibawakan mereka. Dengan penuh kekhusukan dan keimanan tingkat tinggi bersama Prabowo-Sandi.

Prabowo-Sandi mengambil alih posisi Jokowi-Ma’ruf Amin, sebagaimana disampaikan dalam Ijtima Ulama I dan Ijtima Ulama II. Yang ulama dan dianggap ulama besar saat ini adalah Prabowo-Sandi.

Kita semua akan berbahagia melihat Prabowo-Sandi menjadi ulama-ulama besar nanti. Ini sejalan dengan proses belajar mereka berkeliling pesantren di Banten pekan depan. Lho kok? Ya. Karena sesungguhnya tidak ada cerita umaro adalah penguasa pemerintahan.

Sekali lagi biarkanlah Prabowo-Sandi menjadi ulama dan kaki tangan ulama seperti Rizieq. Itu bagus! Mereka pilihkan jabatan ulama bagi mereka.

Lalu bagaimana dengan Jokowi-Ma’ruf Amin? Mereka berganti posisi menjadi umaro. Dan merekalah yang menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2019-2024. Salam bahagia ala saya.