Pilpres 2019 Jokowi Didukung Ratusan Jenderal (Purn.) TNI/Polri

1
Reuni Palem 81 di Ragunan

Meski orang sipil, pemerintahan Jokowi didukung oleh tiga matra TNI secara solid. Polri pun demikian. Tak heran maka menjelang Pilpres 2019, Jokowi pun didukung oleh sekitar 200 kalangan jenderal purnawirawan.

Dukungan ini melonjak dari sekitar 70-an di Pilpres 2014, dan Prabowo didukung saat itu oleh 54 jenderal purnawirawan TNI/Polri. Dukungan mantan tentara ini menjadi penting sebagai wujud dukungan penguasa negara sesungguhnya yakni militer. Jumlah itu diperkirakan akan terus menguat seperti disampaikan sumber Wuines.com yang dekat dengan kalangan militer tak mau disebut namanya.

Pilpres 2014 yang membelah bangsa Indonesia menghasilkan polarisasi dukungan. Pendukung Jokowi dan Prabowo. Perpecahan ini pun tergambar nyata di permukaan. Di media juga terpapar segregasi dan akibat kepentingan politik.

Presiden Jokowi yang terpilih di 2014 dengan cepat menyadari perlunya keseimbangan politik. Keseimbangan politik itu terletak pada kekuatan militer, politikus, dan pengusaha yang saling terkait. Kekuasaan negara adalah terkait dengan pengelolaan informasi. Terkait dengan imej pengendalian kekuasaan.

Jokowi memasukkan Letjen (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan ke dalam pemerintahan Jokowi. Ini untuk penyeimbangan kekuatan Golkar baik Aburizal Bakrie, Setya Novanto, Agung Laksono, bahkan Jusuf Kalla. Dengan menenangkan Golkar, lewat LBP dan kalangan lainnya. Hasilnya KMP (Koalisi Merah Putih) pun rontok. Jelas ini terkait dengan politik zigzag yang rapi yang dimainkan.

Dukungan kuat militer TNI/Polri aktif berlanjut pada dukungan para jenderal purnawirawan kepada Jokowi. Hal ini menjadi penting karena soliditas dan kekompakan TNI/Polri menjadi barometer keamanan dan ketahanan nasional.

Melihat keberhasilan Jokowi mengonsolidasikan dan memanfaatkan secara maksimal berbagai kekuatan penopang negara, maka banjir dukungan militer dan Polri berdampak pada stabilitas nasional. Ini menjadi prasyarat bagi pembangunan nasional. Terkait dengan kesempatan ekonomi. Hanya dengan stabilitas yang mantap maka pembangunan ekonomi bisa berjalan.

1 KOMENTAR