Pembunuhan Khashoggi, Plot Saudi Arabia Tengah Mencari Pembenaran

0

Wuines.com – Pembunuhan brutal ditengarai dilakukan oleh 15 orang di konsulat Saudi di Istanbul terhadap Jamal Khashoggi. Dia masuk ke konsulat untuk mengurus dokumen untuk pernikahannya tengah hari pada 2 Oktober 2018, dan sejak saat itu tidak diketahui keberadaannya.

Tunangan Khashoggi, teman, dan redaksi di Washington Post tempat dia bekerja mulai panik pada 3 Oktober. Pemerintah Saudi menanggapi tuduhan menahan Khashoggi. Bahkan mereka mengebutkan bahwa dia telah meninggalkan konsulat.

Sejak hari Sabtu pekan lalu, otoritas Turki telah menyampaikan temuan terkait hilangnya, dan adanya laporan bahwa Khashoggi telah dibunuh di konsulat. Pejabat Saudi tetap mengelak telah terjadi pembunuhan secara tegas.

Namun perkembangan lain terjadi. Rekaman suara Khashoggi yang tengah diinterogasi dan disiksa. Tuduhan telah terjadi pembunuhan semakin mendapatkan bukti. Bahkan, sebuah van tampak keluar dari  konsulat yang diduga membawa Khashoggi keluar dari lingkungan konsulat.

Pemerintah Saudi tetap bersikukuh menolak telah terjadi pembunuhan. Namun, berdasarkan laporan intelijen Turki dan Washington Post bahkan telah memegang bukti video dan audia terkait pembunuhan di dalam konsulat. Otoritas turki melaporkan temuan itu kepada Presiden Donald Trump.

Trump pun tampak menekan Saudi. Trump menelepon Raja Salman selama sekitar 20 menit. Raja Saudi meyakinkan Trump bahwa dia tidak terlibat dalam pembunuhan Khashoggi. Trump mengirimkan Menteri Luar Negeri Mark Pompeo ke Saudi dan Turki untuk mencari jalan penjelasan tentang pembunuhan terhadap Khashoggi.

Fakta tentang operasi sembrono pembunuhan ini sudah diawali oleh laporan intelejen CIA. Laporan itu menyebutkan bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman, telah memerintahkan operasi untuk menggiring Khashoggi dari rumahnya di Virginia untuk pulang ke Saudi Arabia dan menahannya.

Kini, otoritas Saudi dan Turki tengah menyelidiki bersama pembunuhan itu. Pemerintah Saudi akhirnya memberikan izin kepada penyidik Turki untuk memasuki konsulat, 13 hari sejak Khashoggi menghilang.

Tampaknya plot kesepakatan tengah berlangsung antara Menlu AS Pompeo yang mewakili Trump, Raja Salman, dan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Pembunuhan terhadap Khashoggi menjadi perhatian internasional yang sedang dicoba untuk dihindari dan diminimalisasi. Plot kejahatan pembunuhan terencana yang sangat mengerikan dilakukan terhadap wartawan. (Wuines.com)