Peduli Gempa NTB: Tim Medis Teman Jokowi Jangkau Dusun Rebakong, Kayangan

0

Kerusakan dahsyat gempa bumi di NTB merupakan bencana lokal dengan skala nasional. Ini bisa dilihat dari kerusakan yang ditimbulkan. Gempa dengan kekuatan 7,0 SR (Skala Richter) itu meluluhlantakkan berbagai infrastruktur. Korban sementara tewas mencapai 387 orang, ribuan orang luka. Jumlah pengungsi mencapai 270,000 orang.

Teman Jokowi tergerak untuk mengirimkan bantuan tim medis dan kemanusiaan, serta menyalurkan sumbangan dari berbagai pihak.

Menurut Ketua Umum Teman Jokowi Andre Opa, pengiriman bantuan oleh Teman Jokowi dilakukan sejak tanggal 7 Agustus 2018. TJ Peduli turun ke lapangan sebagai bagian dari upaya membantu korban gempa bumi yang pertama kali terjadi tanggal 29 Juli 2018. Tim dokter Teman Jokowi adalah relawan pertama yang masuk di wilayah bencana di NTB di Kecamatan Kayangan.

Para relawan Teman Jokowi Peduli yang turun ke lapangan terdiri 25 orang. Mereka terdiri dari 15 orang dokter, sisanya paramedik, tukang masak, dan media sosial. Teman Jokowi pun mengirimkan dan menyalurkan bantuan obat-obatan, perlengkapan tidur, pakaian, sembilan bahan pokok dan berbagai kebutuhan dasar lainnya.

Tim relawan Teman Jokowi Peduli melakukan penanganan di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara di bagian pelosok. Tim mencapai di berbagai wilayah. Wilayah bencana yang tidak terjangkau berhasil dijangkau seperti Dusun Rebakong, Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan.

Rumah rusak 67,875 unit, 75% pemukiman di Lombok Utara Hancur. Kerusakan fisik 67,875, 468 sekolah , 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, termasuk RSUD, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola, 20 unit perkantoran rusak. Kerugian ekonomi diperkirakan mencapai Rp 2 triliun rupiah.

Melihat dahsyatnya akibat gempa tersebut, Teman Jokowi Peduli bergerak membantu ke wilayah bencana. Penanganan terhadap korban bencana oleh Teman Jokowi direncanakan sampai pasca tanggap bencana.

Tim Teman Jokowi beranggotakan 30 orang akan diberangkatkan lagi pada tanggal 14 Agustus 2018 dari Jakarta. Mereka membawa bantuan berupa obat, pakaian, makanan, dan termasuk para dokter dan paramedik.