Menko Luhut: Indonesia Sukses dan Naikkan Standard Baru Dunia Pelaksanaan AM IMF-WB

0

Wuines.com – Indonesia sukses menyelenggarakan Annual Meeting (AM) IMF-WB 2018. Kesuksesan Indonesia dalam menyelenggarakan event Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank)  di Bali telah meningkatkan ekpektasi internasional terhadap kemampuan negara tuan rumah dalam menyelenggarakan event sejenis, seperti rilis dari Biro Biro Informasi dan Hukum Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Pujian pun datang dari berbagai pihak termasuk peserta delegasi negara lain. Tidak ada satu peserta pun yang tidak memuji keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah.

“ Well done, semua bagus sekali di luar ekspektasi kami! Kami tidak membayangkan begitu semua rapinya, tidak ada terlambat, acara semua tepat waktu. Selamat!” ungkap Luhut menceritakan kembali pujian dari Managing Director IMF Christine Lagarde di acara Host Country Reception kemarin malam.

Tak kalah pentingnya adalah pujian yang diberikan oleh investor yang menjadi peserta Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia itu.

“Sampai tadi saya masih ketemu chairman-nya Standard Chartered Bank dan City Bank. Mereka memberikan apresiasi luar biasa. Dan mereka bilang belum pernah kami mengikuti suatu konferensi sebesar ini yang beribu-ribu kali lebih bagus daripada yang pernah kami ikuti. Indonesia sekarang sudah masuk di kelas dunia,” lanjutnya.

“Karena mereka mengalami seperti pertemuan di Lima itu bagaimana semrawutnya, jauh sama sekali tidak bisa dibandingkan,” beber Menko Luhut mengenai Indonesia yang dinilai lebih baik dalam hal memberikan jaminan keamanan, ketepatan waktu setiap sesi acara, serta ketertiban dan kenyamanan lalu lintas.

Kesuksesan ini berdampak lebih jauh terhadap kepercayaan internasional untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Sesuatu yang sangat dibutuhkan negara di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global sampai beberapa tahun ke depan.

“Ya kami akan kerja. Kalau melihat kerja kalian seperti ini,” ujar Menko Luhut menceritakan ungkapan kepercayaan yang diberikan kedua bank kelas dunia tersebut untuk berinvestasi di Indonesia.

“Standar penyelenggaraan pertemuan seperti IMF-WB itu pasti harus ditingkatkan karena apa yang sudah diberikan Indonesia di sini ini betul-betul berkelas,” ujar Menko Luhut dalam keterangannya kepada media di Bali Art Sabtu (13/10/18).

“Untuk 2 tahun yang akan datang Maroko akan menjadi tuan rumah dan mereka mendapatkan pressure karena standar Indonesia menjadi sangat-sangat tinggi untuk menjadi tuan rumah. Mereka sangat khawatir. Bahkan Saudi yang akan menjadi host untuk G20 mereka melakukan observasi dan merasa kagum,” ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani di lokasi yang sama, setelah mendengar ungkapan dari para pejabat negara tersebut.

Rekor Peserta Pertemuan

Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018 di Bali menjadi yang terbesar sepanjang sejarah dilihat dari jumlah peserta yang hadir.

“Kami catat di sini tepatnya 36.619 orang,” terang Menko Luhut mengenai angka faktual peserta yang hampir 2 kali lipat di atas asumsi pemerintah sebelumnya yakni 19.000 orang. Pertemuan ini dihadiri oleh 189 negara.

“Pastilah dampaknya lebih dari 6,54%,” prediksi Menko Luhut mengenai angka pertumbuhan ekonomi Bali yang akan berada di atas nasional.

Salah satu penyumbang ekonomi datang dari sektor pariwisata. Sebagian peserta disinyalir melanjutkan kunjungannya di Bali untuk melancong.

“Turis asing hampir 3.000 orang yang pergi ke berbagai tempat, ada yang ke Bali, Lombok, Mandalika, Gili Trawangan, ada juga yang pergi ke Labuan Bajo, Komodo, malah ke kampung saya juga ada ke Toba sana,” terang Menko Luhut.

“Kami betul-betul berterima kasih kepada Bapak Menko Maritim, pemerintah pusat yang telah memberikan kepercayaan sebagai tempat jalannya acara ini,” tutup Gubernur Bali. (Wuines.com)