Mahathir Terinspirasi Jokowi, Rangsek Mafia Didukung TNI/Polri

0
PM Mahathir Mohamad disambut Presiden Joko Widodo

Perdana Menteri Malaysia Dr. Mahathir Mohamad terinspirasi oleh Jokowi. Sepak terjang Jokowi yang tegas dalam pemberantasan korupsi menjadi perhatiannya. Selain penegakan hukum dan pembangunan infrastruktur. Ujungnya adalah melawan mafia. Di Malaysia, mantan PM Malaysia Najib Razak pun ditangkap hari ini. Siapa di balik kekuatan Jokowi selain rakyat? Itu pertanyaan PM Malaysia.

Menunjukkan pentingnya Jokowi dan Indonesia, PM Mahathir menjadikan Indonesia sebagai negara Asean pertama yang dikunjunginya. Pun, secara terbuka Mahathir mengungkapkan kekaguman atas pembangunan di Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

Sementara di Malaysia, korupsi tengah merajalela. Keprihatinan terkait korupsi di Malaysia menjadi senjata kampanyenya. Bersama Anwar Ibrahim, Mahathir tak segan memberi contoh keberhasilan kepemimpinan kratis Jokowi.

Hasilnya, Anwar Ibrahim, Mahathir, dan oposisi berhasil mendongkel kekuasaan korup Najib Razak. Kemenangan ini tak lepas dari narasi keberhasilan Jokowi di Indonesia.

Agenda Melawan Mafia Periode II Jokowi

Bagi Jokowi, inspirasi Mahathir itu sejatinya semakin memperkuat tekadnya membangun Indonesia. Strategi melawan mafia periode I telah dilaksanakan Jokowi.

Yang pertama dilakukan Jokowi adalah memperkuat peraturan-peraturan yang di bawah kewenangannya. Undang-undang pun dikuatkan. Bahkan UU yang melawan nalar orang waras seperti UU MD3 pun tidak ditandatanganinya. Karena Jokowi paham UU itu adalah kepentingan politikus Senayan.

Pada periode kedua Jokowi, setelah infrastruktur, perang melawan mafia adalah pekerjaan besarnya. Mafia pangan, mafia migas – yang sebagian Petral dihajar, mafia hutan, mafia hukum, mafia narkoba, dan mafia perbankan akan dihajar habis.

Perlawanan Mafia

Ini sangat menakutkan bagi mafia. Contoh melawan mafia pangan. Untuk kali pertama dalam sejarah Ramadan, inflasi hanya sebesar 0,59%. Harga stabil. Padahal catatan inflasi di masa sebelum Jokowi selalu tinggi. Bahkan pada 2013 mencapai 3,29%.

Akibat langsungnya, para mafia gerah. Para mafia hukum memang masih berkuasa. Penyebabnya adalah akar kekuatan mafia yang sejak zaman Orba belum terbongkar. Jokowi baru berkuasa 4 tahun. Perlu kerja keras Jokowi.

KPK yang dikuasai beberapa faksi mulai dibongkar. Bahkan kekuatan sekelas Ketum Golkar Setya Novanto, orang terkuat di Indonesia pun dilibas. Tentu kondisi ini menakutkan bagi para politikus Senayan.

Secara politik terjadi dinamika ketakutan terhadap Jokowi. Ada resistensi kemunafikan besar di kalangan partai politik. Orang baik akan disingkirkan oleh mafia. Jokowi pun belajar dari kejatuhan Ahok. Pilkada DKI Jakarta.

Ahok dihancurkan berkeping ditelikung oleh partai politik. Ahok kalah oleh strategi jepitan ular Jusuf Kalla, FPI, PKS dan SBY serta para pentolan partai seperti Amien Rais, dan Abu Rizal Bakrie.

Tentu ketakutan terhadap Jokowi periode II itu semakin menjadi. Untuk itu perlawanan ala mafia di berbagai bidang akan terus berlanjut. Kondisi ekonomi, politik, sosial, ekonomi akan terus digoyang. Kisruh politik terus dibangun oleh musuh politik Jokowi. Menurut mafia, Jokowi jangan sampai dua periode.

Celakanya, kalangan penentu kekuatan yakni pengusaha, kelas menengah, kalangan intelektual terpecah. Demikian pula lembaga dan aparat. Penyebabnya adalah kepentingan ekonomi. Ekonomi secara luas alias kerakusan kekuasan.

TNI/Polri Dukung Jokowi

Pada Oktober 2015, Jokowi selamat dari intrik pendongkelan karena peran Luhut Binsar Pandjaitan dan beberapa lainnya. Pasca 212 pun, LBP – dan Kapolri Jenderal Tito – menarik  Ma’ruf Amin dari jepitan Rizieq Shihab. Belakangan Jenderal (Purn.) Moeldoko sebagai pimpinan KSP yang secara taktis menjadi bemper Jokowi.

Jadi, melihat periode I, periode II Jokowi akan berat. Tantangan yang dihadapi akan berlipat. Jokowi membutuhkan kekuatan lebih hebat. Harus ada dukungan kuat TNI/Polri yang bisa mengamankan langkah Jokowi merangsek mafia.

Di situlah nanti periode II Jokowi, Dr. Mahathir Muhammad akan lebih kagum lagi terhadap kepemimpinan Jokowi merangsek mafia, untuk kesejahteraan rakyat. Dan, untuk itu Jokowi II tetap perlu orang kuat militer seperti Luhut Binsar Pandjaitan, Tito Karnavian, Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Moeldoko.