Langkah Politik Sandi di Atas Makam KH Bisri Syansuri dan Bendera ISIS

0

Beredar video tentang langkah politik Sandi yang melangkahi makam KH Bisri Syansuri. Makam bagi para pengikut ahlus sunnah wal jamaah, khususnya warga NU, adalah hal sakral dan keramat. Makam bukan hanya makam kiai pun wajib dihormati. Ini sesuai dengan ajaran Rasulullah untuk menyapa para penghuni kubur. Mereka wajib dihormati.

Tindakan Sandi ini merupakan lanjutan dari gerakan kredo baru. Sandi tidak menghormati makam orang penting penurun waliyullah.

Bendera ISIS dan Kredo Baru Bendera Tauhid

Di luar itu, muncul gerakan politik yang sangar, menakut-nakuti ibu-ibu belanja di pasar dengan gambaran harga barang di pasar mahal, lalu juga men-spin pembakaran bendera HTI. Kita hubungkan rangkaian itu agar perspektif kita menjadi jelas.

Pengikut HTI, ISIS, dan Khilafah yang tengah membuat matra dan kredo baru tauhid dalam bentuk bendera. Suatu hal yang mencengkan. Cengangan pertama adalah kredo baru bahwa iman ada di dalam bendera Iman sesungguhnya ada di dalam hati qalb dan kalau lebih tinggi lagi dalam jiwa.

Nah di Indonesia para pengikut khilafah, HTI dan teroris menggelorakan bahwa kredo dalam bentuk bendera. Mereka menciptakan bendera HTI yang dinaikkan derajatnya menjadi bendera tauhid, yang senyatanya tidak pernah ada bendera tauhid.

Kalau kalimat tauhid yang disematkan di bendera bernama bendera Saudi Arabia.  Maka ketika para pemimpi negara khilafah trans-nasional menciptakan istilah bendera tauhid, kalangan orang waras tertawa terbahak-bahak.

Bahwa senyatanya ketika bendera HTI dan ISIS dikibarkan, lalu di-spin atau dibelokkan maknanya menjadi bendera tauhid, demi keuntungan politik kaum penyembah HTI, teroris, dan khilafah, pada saat itu kemunafikan tengah dibentuk.

Kepercayaan HTI, ISIS, dan Khilafah tidak memercayai tahayul. Mereka juga sangat menjauhi khurafat, bid’ah dan  syirik. Bahkan dilaporkan oleh media Turki, ISIS melalui akun twitter https://twitter.com/nm8smyh melakukan ancaman pembunuhan dan penghancuran kabah. Tindakan brutal keyakinan yang keblinger. Itu dilakukan setelah ISIS menghancurkan patung-patung berusia ribuan tahun peninggalan Nimrud di Iraq.

Pendukung ISIS dan Khilafah memang membenci kuburan dan makam. ISIS menghancurkan makam Nabi Yunus di Iraq. Bahkan ISIS merencanakan akan menghancurkan kabah di Mekah. Itulah sebabnya Arab Saudi sangat membenci ISIS dan Khilafah yang dicap sebagai organisasi teroris.

Maka orang-orang yang dekat dengan keyakinan ISIS dan pendukungnya tentu akan membenci kuburan, syirik, khilafah, tahayul, bid’ah di tengah kekejaman mereka. Mereka tidak menghormati leluhur mereka. Kuburan dianggap barang tidak berharga.

Sandi Melukai Warga Nahdliyin

Namun kalangan Islam rahmatan lil alamin, khususnya ahlus sunnah waljamaah, di Indonesia masih menghormati para leluhur, orang tua sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah.

Maka menjadi sangat menyakitkan bagi kalangan para santri ketika adab dalam ziarah kubur dilecehkan oleh politikus ambisius semacam Sandi. Itulah langkah politik Sandi melangkahi makam KH Bisri Syansuri. Salam bahagia ala saya. (Penulis: Ninoy N Karundeng)