Konsolidasi Energi Kosong Relawan Jokowi

0

Gebyar Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional) Aliansi Relawan Jokowi berlangsung di Jakarta, Minggu (9/12/2018). Undangan digeber ke organ relawan baik di dalam kota maupun di luar kota. Semangat relawan patut diacungi jempol, sesuai dengan moto dan baliho: jempol.

Untuk hadir di Hotel Grand Sahid Hotel, mereka membeli tiket kereta, pesawat, dan bus terbeli. Baju seragam organ pun bertaburan memenuhi hotel di kawasan Jalan Jend Sudirman itu. Diklaim oleh panitia jumlah yang hadir sekitar 1,000 orang, belum lagi meluber di luar tak tertampung di luar ruangan Puri Ageng Lantai II.

Orasi Politikus

Penuh sesak ruangan mendengarkan orasi para politikus top, elite, atas, puncak, untuk menyebut posisi mereka. Hasto Kristianto. Maman Immanulhaq. Pesan tersampaikan. Pesan mereka pendek-pendek dan jelas. Bergerak ke bawah door-to-door! Top. Mantap. Sense of urgency dibangun.

Hanya itu pesan inti dari perhelatan perkumpulan 4000 manusia disebut relawan. Pesan. Omongan. Itu pas dan khas teknokrasi. Pesan disampaikan ke khalayak tanpa detail dan tools, baik technical tools maupun strategical tools. Orasi politikus. Umum. Non teknis.

Yang Tidak Diberikan di Rakornas

Pemahaman bahwa kampanye adalah perang, kampanye adalah strategi untuk memenangkan suara dari berbagai elemen masyarakat. Senjata untuk menembak pun untuk sementara disimpan oleh para elitis, politikus, caleg elite saja. Relawan tidak perlu diberi amunisi dan senjata baik strategi, materi isi propaganda dan kampanye…

Banyak organ relawan yang memiliki massa besar di akar rumput, grass root. Para petarung ini siap bergerak untuk memenangkan Jokowi-Amin Ma’ruf di wilayah masing-masing.

Mereka memahami isu-isu permasalahan lokal yang harus ditangani. Mereka memahami corrective actions, curative actions, ahkan killing actions yang dibutuhkan secara micro-targeting nyata, bahkan macro politics di level wilayah masing-masing.

Bahkan para relawan pun cukup kaget dan risau ketika Prabowo-Sandi disinyalir akan memindahkan markas besar Posko Kampanye mereka di Jawa Tengah, basis yang digarap, suatu strategi yang melawan arus. Kenapa?

Biasanya kalau suatu daerah jelas 100% pasti kalah, maka yang dilakukan hanya maintenance, atau lepas sekalian. Ini fenomena baru, kejutan strategi dari tim Prabowo-Sandi. Para relawan yang diajak berbincang cukup kaget dengan strategi tersebut.

Lalu hampir 1,000 peserta pun pulang dengan menyisakan ribuan pertanyaan di kepala. Bahkan mereka malah berseloroh. Orasi yang disampaikan para elite itu cukup disampaikan lewat pesan WA saja, tidak perlu mengeluarkan biaya … hahahaha. (Penulis: Aznil Tan – Koordinator Poros Benhil