Ketegasan Polri,TNI/BIN Hantam Teroris Ubah Konstelasi Politik 2018-2019

0
Kekuatan Politik dan Militer di Istana

Sejak Mei 2018 Polri gencar membabat teroris. Peta teroris sudah tergambar di tangan Tim Densus 88, badan intelejen gabungan, dan tim khusus. Itu menjadi rujukan untuk menindak. Komunikasi intensif antara TNI dan Polri dijalin untuk menemukan break-through dalam menangani teroris. Peran strategis Kepala Staff Presiden Jenderal (Purn.) Moeldoko terlihat jelas di sini.

TNI/Polri berbenah melawan gerakan Islam radikal yang didukung oleh anasir asing. Sel-sel teroris terorganisir yang beririsan dengan yayasan tertentu sebagai kepanjangan penyaluran dana diendus. Lewat aliran dana asing dan lokal itu jaringan seperti JAT (Jamaah Anshorut Tauhid) menjadi pintu mengenali akar teroris. Walaupun sejak Abu Bakar Ba’asyir menyatakan bergabung dengan Abu Bakar Al-Baghdadi, JAT pun pecah.

Korban Propaganda Teroris

Kini organisasi sempalan teroris itu bernama Jamaah Ansharusy Syariah. Perubahan menyesuaikan dengan gerakan Islam yang trend di Indonesia, ketika organ pendukung teroris lainnya seperti HTI telah mengakar di sebagian masyarakat.

Teroris mendapat angin. Situasi politik meruncing. Seolah NKRI dikuasai oleh HTI dan para teroris. Begitu kuat infiltrasi HTI dan jaringan PKS di seluruh lembaga negara, hingga pembubaran HTI pun dibela. Edan.

Bahkan Gerindra pun larut mengikuti irama radikal bersama PKS yang berideologi Ikhwanul Muslimin (baca: organisasi teroris di Mesir, Yordania, Arab Saudi) dan PAN, mendukung HTI banding.

Kegentingan sengaja dibuat oleh para politikus semprul pun terus berlanjut. Kebenaran ditindas oleh kejahatan politik. Nilai kebenaran dinafikan. Propaganda dan agitasi penuh intrik bejat dianggap benar.

Felix Siauw, Jonru, Neno Warisman, Somad, Neno Warisman, Amien Rais dan (bahkan Tuan Guru Bajang pun pernah) menjadi korban proxy. Dari kalangan militer pun publik terhenyak melihat sepak terjang model Gatot Nurmantyo. Publik menahan napas.

Intoleransi. Diskriminasi. Kebencian. Penipuan. Pemelintiran berita. Berita palsu. Hoax. Penumpulan akal sehat berlangsung secara banal dan blatant. TNI, Polri, BIN dan lembaga kepresidenan seakan tidak berdaya.

DPR pun menikmati kisruh politik, agar praktik korupsi tertutupi. Maka Revisi UU Anti Teroris tidak diloloskan. Indikasi HTI dan unsur khilafah di semua lembaga kuat.

Pendekatan Strategis Rekonsiliatif Jokowi

Presiden Jokowi, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Luhut Binsar Pandjaitan, dan unsur BIN bergerak cepat. Pendekatan hukum dan politik rekonsiliatif ditempuh, namun tetap tegas terhadap HTI, khilafah dan teroris.

Sementara itu, ancaman teroris terkait Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 tampak di depan mata. Namun instrumen pemberantasan ditahan oleh DPR.

Moeldoko tampil ke permukaan. UU TNI terkait dengan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) bisa diturunkan melawan teroris. DPR menyerah. UU anti teroris dengan berat hati diloloskan!

Hasilnya luar biasa. Pilkada Serentak yang diincar oleh teroris berhasil digagalkan. Sebanyak 170 teroris ditangkap. Juga 14 teroris dibunuh. Pilkada 2018 berlangsung aman.

Mengubah Arah Konstelasi Politik

Ketenangan Pilkada 2018 menghentak politikus pro HTI dan khilafah. Dunia maya pun tidak panas lagi. Akibatnya, mulai merapatnya orang seperti Tuan Guru Bajang (TGB) dan lain-lainnya ke kubu pro-NKRI.

Strategi politik yang dibangun oleh Jokowi, Tito, Hadi Tjahjanto, BIN, dan pendekatan komunikatif politik Moeldoko dari Istana pun mengubah arah.

Suasana kisruh politik yang dibangun akibat aliansi Islam radikal, HTI, PKS, PAN, FPI, Gerindra, dan manuver Demokrat ditambah Golkar lewat Aburizal Bakrie dan Jusuf Kalla seperti Pilkada DKI 2017 pun bergeser.

Politik Indonesia pun menjadi lebih tenang. Ketenangan yang diupayakan dengan ketegasan Polri dan TNI. Model keamanan dan ketentraman politik yang diinginkan oleh rakyat Indonesia. Jokowi pun menimbang stabilitas perubahan politik itu bersama Tito, BIN, Panglima TNI, LBP, dan komunikasi politik Moeldoko. Demikian the Operators!