Jokowi Mau Beli Motor Listrik Buatan Indonesia

0

Jakarta-Wuines.com Sepeda motor listrik Gesits akan segera memasuki tahap produksi. Gesits dan adalah salah satu prinsipal Indonesia pertama yang masuk ke pasar sepeda motor listrik di Indonesia. Jokowi berjanji akan menjadi pembeli pertama jika produksi massal telah dilakukan.

Untuk mengetahui performanya, Jokowi pun menjajal sepeda motor listrik Gesits di sekitar halaman Istana. Jokowi mengenakan helm hitam mengendarai Gesits berwarna merah.

“Tadi saya coba enggak ada suara knalpotnya. Saya senangnya yang greng, greng, greng . Tadi enggak ada, jadi agak bingung menyesuaikan. Halus sekali. Ini sangat ramah lingkungan,” kata Jokowi.

Dalam audiensi itu Jokowi menyimak soal rencana produksi massal Gesits dalam waktu dekat. Dalam satu bulan, sepeda motor listrik tersebut akan diproduksi sebanyak 60.000 unit per tahun, atau 5.000 unit setiap bulan. Juga tergantung oleh permintaan pasar.  Gesits juga telah melalui sejumlah uji coba dan pengembangan sejak 2015.

“Ini adalah brand dan prinsipal 100 persen Indonesia untuk sepeda motor listrik. Sudah diuji coba dari Jakarta ke Bali enggak ada masalah,” kata Jokowi.

Jokowi yakin jika harga yang ditawarkan cukup kompetitif, memiliki keunggulan tersendiri dibanding sepeda motor konvensional, sepeda motor listrik ini akan diterima oleh masyarakat.

“Brand dan prinsipal Indonesia bisa mendahului pertama di pasaran. Ini sangat bagus. Tadi saya sudah diberi tahu harganya kompetitif,” ujar Jokowi.

Sebagai informasi, Gesits dengan tenaga baterai lithium ion dan dapat menempuh jarak sejauh kurang lebih 70 kilometer, untuk satu kali pengisian baterai dengan lama pengisian kurang lebih 3 jam.

Jokowi juga mendorong untuk memroduksi baterai yang masih harus impor.

“Yang paling krusial ini produksi baterai lithium-nya. Padahal kita bahan mentahnya ada,” kata Jokowi.

Pemerintahan Jokowi terus mendorong pengembangan produk-produk otomotif dalam negeri. Pemerintah akan memberikan bantuan bagi percepatan uji coba, uji kelaikan, dan perizinan yang dibutuhkan. (Biro Pers dan Media Sekretariat Presiden)