Jokowi Batalkan Kenaikan Harga Premium, Memahami Potensi Daya Beli Masyarakat

0

Wuines.com. Presiden Joko Widodo bertindak cepat. Karena Presiden sangat memahami potensi dan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak khususnya premium terhadap masyarakat,  kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) jenis premium dibatalkan.

Beberapa jam sebelumnya Menteri ESDM Ignasius Jonan mengumumkan kenaikan harga premium. Sedianya harga premium akan naik menjadi Rp 7.000 untuk Jawa dan Rp 6.900 untuk luar Jawa mulai berlaku pukul 18:00 pada Rabu (10/10/2018).

Langkah cepat dalam mengambil keputusan itu layak diapresiasi. Presiden Jokowi memahami dampak rentetan kenaikan harga BBM bagi masyarakat. Setiap kenaikan harga BBM akan memengaruhi daya beli masyarakat. Untuk itu Presiden mengambil langkah cepat dengan melakukan pembatalan kenaikan harga BBM yang diumumkan oleh Jonan.

Selain itu, Presiden ke-7 Indonesia itu juga mempertimbangkan kesiapan Pertamina dalam menyesuaikan kenaikan harga BBM tersebut yang akan dinilai oleh rakyat sebagai sangat mendadak.

Terhadap pembatalan kenaikan harga tersebut, rakyat menyambut baik. Itu kelegaan yang disampaikan oleh seorang warga Jakarta bernama Chandra kepada Wuines.com.

“Bagus, Pak Jokowi bertindak cepat. Rakyat seperti saya merasa Pak Jokowi sangat bisa membaca suasana dan kondisi psikologis rakyat akibat kenaikan harga BBM itu,” kata Indro, seorang warga Jakarta.

Beberapa orang lain yang ditemui menyampaikan hal berbeda. Ya, Presiden Jokowi berani mengoreksi keputusan yang diambil oleh Jonan. Meskipun kenaikannya kecil, namun tetap saja akan menimbulkan efek domino berupa kenaikan harga barang dan jasa di berbagai sektor.

Untuk itu maka Presiden Jokowi selain membatalkan kenaikan harga juga tetap akan mempertahankan subsidi BBM untuk jenis solar. Ini dikarenakan solar masih menjadi andalan dalam menopang distribusi barang dan jasa di sektor transportasi dan industri. (Wuines.com).