Hindari Kekalahan, Jokowi dan Prabowo Pakai Neuro-Science di Debat Kedua Pilpres 2019

0

Jujur, debat Pilpres 2019 seri 1 bagi Jokowi-Amin paling mendebarkan. Masukan untuk Jokowi lebih agresif ternyata disambut baik, meski tampak kaku. Pesan jelas Ma’ruf Amin agar diam dan hanya komentar seperlunya berhasil dengan baik. Dia pas berkomentar yang terkait dengan Islam. Cukup. Aman. Menghindari blunder.

Pesan untuk menyerang didasari oleh kenyataan Prabowo-Sandi sudah disiapkan untuk menyerang. Di luar perkiraan Tim Prabowo-Sandi. Prabowo gagal tampil menyerang frontal. Hasilnya? Bagi Jokowi menguntungkan, status quo elektabilitas pada kisaran 54% untuk Jokowi berbanding 35% untuk Prabowo.

Neuro-Science Jokowi

Jokowi paham tentang neuro-science. Bahwa tingkah laku manusia dikontrol oleh tiga bagian otak. Pertama, mamalian/neo cortex merespon situasi, ide, masalah secara rasional, konseptual dan pernyataan intelektual.

Kedua, mamalian untuk reaksi emosional, seperti takut, khawatir, senang, marah dan sebagainya, untuk menyimpan memori jangka panjang manusia.

Ketiga, reptilian adalah bagian otak “purba” sejak manusia diciptakan sudah ada. Bagian otak ini yang bereaksi secara bawah sadar, tempat berkembangnya intuisi dan insting yang juga dimiliki oleh binatang.

Orang yang mempelajari neuro linguistik, atau memiliki pengetahuan tentang otak bisa mempengaruhi pikiran lawan bicara, bahkan menyimpangkannya. Mereka “menyerang” bagian otak reptilian dan mamalian sehingga akal sehat tumpul, yang menjadi bagian neo-cortex.

Bagaimana cara mereka melakukan serangan? Yaitu dengan membangkitkan ketakutan melalui pesan yang memicu insting manusia bertahan hidup. Manusia dan binatang, akan menonaktifkan semua akalnya dan terpacu untuk berlari menjauhi bahaya, agar bisa bertahan hidup.

Strategi Debat Prabowo

Sejak 2014, otak rakyat Indonesia dibuat tumpul oleh Prabowo. Dengan ahli strategi sewaan dari Amerika Serikat Robb Allyn, Prabowo melakukan kampanye seperti Brexit di Inggris, Donald Trump di Amerika, dan Jair Bolsonaro di Brazil.

Caranya? Kampanye Prabowo menyerang dengan isu ringan non-esensial yang menjadi wilayah otak bagian mamalian dan reptilian. Prabowo selalu membuat isu yang membuat rakyat ketakutan. Indonesia bubar 2030, rakyat miskin, Indonesia akan punah. Indonesia hutang banyak. Indonesia akan bangkrut. Rakyat sengsara. Harga mahal. Pekerja asing menyerbu Indonesia. Ulama dikriminalisasi. Jokowi diktator. Ekonomi Indonesia merosot tajam. Harga mahal. Cari pekerjaan susah. Kemiskinan meningkat.

Prabowo akan menjawab semua pertanyaan Jokowi dengan cara ngawur, tidak berdasar, semaunya, karena dia hanya akan menyerang pemirsa TV otak bagian reptilian dan mamalian, menjauhi neo-cortex.

Strategi Debat Jokowi

Bagaimana cara Jokowi melawan Prabowo di debat kedua 17 Februari 2019 yang menyerang otak mammalian dan reptilian rakyat Indonesia?

Pertama, Jokowi sangat paham maka menghindari menyebut angka-angka, fakta, catatan, yang menjadi bagian otak neo-cortex. Karena rakyat tidak akan tertarik.

Kedua, Jokowi paham dan akan melakukan debat kampanye menyerang. Karena hanya dengan menyerang Jokowi akan diingat oleh rakyat. Buktinya, dengan susah payah Jokowi membangun dengan Rp 4,000 triliun, angka elektabilitas Jokowi hanya naik 2%, dari 52% saat dia terpilih di 2014 lalu.

Ketiga, Jokowi hanya akan merespon ringan. Misalnya? Ketika nanti dalam debat kedua Pilres 2019 tanggal 17 Februari 2019, Jokowi dan Ma’ruf Amin akan merespons ala kadarnya.

Contoh untuk menjawab soal impor beras, impor gula, impor garam, Jokowi dipastikan akan menjawab ringan. Renyah. Tidak kaku.

Impor beras untuk menjaga harga murah, mau rakyat nggak makan? Impor gula? Mau para pedagang tidak kue tidak memakai gula? Impor garam? Siapa yang mau makan sayur tanpa garam? Itu respon ringan, tidak perlu muluk-muluk. Kenapa?

Jokowi paham tujuan debat Pilpres 2019 dan kampanye adalah menanamkan pesan di benar rakyat, bukan kuliah. Propaganda. Tanpa data sekali pun tidak masalah. Yang penting rakyat paham dan mau memilih. Simple.

Menarik kan? Kita sudah tahu yang akan terjadi di debat Pilpres 2019 jilid dua Februari 17, 2019. Menghadapi strategi kampanye Prabowo, siapa pun baik Prabowo maupun Jokowi, jika keluar dari pakem ilmu neuro-scince, akan keok di Pilpres 2019. Kampanye Prabowo harus dilawan dengan cara Prabowo. Itu sangat dipahami oleh Jokowi! (Penulis: Jonas Asmara – Pengamat Politik Internasional)