Frustasi di Jabar, DKI dan Banten, Prabowo Alihkan Serangan ke Jateng-Jatim!

0

Tim Intelejen Prabowo bergerak cepat. Gerakan senyap masif tim Jokowi-Amin di Jawa Barat, Banten dan DKI membuat tim Prabowo terkejut. Mereka menyerang kantong-kantong kekuatan Prabowo di Jawa Barat. Kalangan santri dan pesantren di ketiga wilayah goyang, bergerak menjauhi Prabowo.

Merisaukan. Bukan hanya itu. Gambaran yang disampaikan oleh tim Prabowo lebih menyakitkan Prabowo. Kepanikan semakin menghancurkan.

Paparan ahli strategi kampanye Prabowo tentang elektabilitas Pilpres 2014 bocor ke publik. Paparan itu terkait peta perang di Jawa Barat, DKI, dan Banten yang membuat Prabowo berang. Puncak kemarahan itu disebabkan oleh penipuan informasi yang masuk ke Prabowo. Jengkel.  Kenapa Prabowo mencak-mencak? Marah tak terbendung?

Prabowo memerintahkan Sandi untuk segera melakukan corrective actions terkait proyeksi perolehan suara di Jawa Barat, DKI dan Banten. Apa yang terjadi dengan Prabowo di Jabar, DKI, dan Banten hingga membuat Prabowo frustasi?

Prabowo-Sandi, dengan trend yang terjadi sekarang diperkirakan hanya akan mendapatkan perolehan suara tak lebih dari 32% di Pilres 2019. Padahal kekalahan di Jawa Barat bagi Prabowo adalah akhir kisahnya.

Padahal Jabar dan Banten adalah lumbung suara yang nyaris menenggelamkan Jokowi-JK di Pilpres 2014. Prabowo mendapatkan 14.167.381 suara atau 59,78 persen sedangkan Jokowi-JK hanya meraup 9.530.315 suara atau 40,22 persen dari pengguna suara yakni 23.990.089 orang.

Prabowo baru paham dan kaget. Ternyata kubu sebelah melakukan upaya menghancurkan dominasi Prabowo di  ketiga wilayah tersebut. Pemetaan dan upaya strategis tengah dilakukan oleh kubu sebelah, kubu Jokowi.

Faktor utama kehancuran Prabowo di Jawa Barat adalah PKS tidak bergerak. Mesin PKS yang nyaris memenangkan Sudrajat-Syaikhu tidak menjalankan mesin politiknya. Sikap PKS ini dinilai wajar. Pengajuan dana luar biasa besar untuk menggerakkan massa dan operasi seperti Bulan Sabit pada Pilkada Jabar 2018 yang hampir menjungkalkan Ridwan Kamil- Uu.

Faktor lainnya adalah perpindahan kekuasaan yang Ridwan Kamil terang-terangan mendukung Jokowi-Amin. Problem lainnya lagi adalah faktor Golkar dan PPP yang berubah haluan mendukung Jokowi. Bahkan Deddy Mizwar pun dari Demokrat mendukung Jokowi-Amin.

Di Banten putra keturunan Kiai Nawawi, Ma’ruf Amin menghantam suara Prabowo di Banten. Gubernur Banten Wahidin Halim dan Ratu Atut Chosiyah pun mendukung Jokowi-Amin, demi untuk melanggengkan kekuasan di Banten. Untuk perhitungan konstelasi politik lokal. Tidak mendukung Prabowo adalah pilihan paling  realistis mereka.

Di DKI Jakarta blunder kinerja Anies dan Sandi dikaitkan dengan Prabowo. Warga DKI Jakarta mengalami kekecewaan. Dan, kekecewaan itu makin menggerus suara Prabowo.

Hilangnya suara Prabowo ini diperparah lagi oleh kenyataan partai Demokrat tidak akan berkampanye untuk Prabowo di Jawa Barat.  Lengkap sudah kegelisahan Prabowo.

Saat bersamaan, ahli strategi kampanye Prabowo yang antara lain Eep dan orang-orang Golkar yang menyeberang ke Partai Berkarya, memberi masukan. Jokowi merosot di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Maka, untuk menutup kerusakan suara di Jabar, Jateng, dan DKI harus dicari target pengganti kehilangan suara.

Tim Prabowo pun bergerak cepat. Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi titik serangan langsung yang akan dilakukan oleh Prabowo. Jawa Tengah sasaran merebut suara. Suatu frustasi Prabowo yang kehilangan suara di Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. (Penulis: Jonas Asmara – Pengamat Politik).