Erick Thohir Tancap Gas, Sebuah Kisah!

0

Diserang dari dalam dan luar Tim Kampanye Nasional (TKN), ditambah kegelisahan para relawan, Erick Thohir tancap gas. Konsolidasi internal TKN dilakukan secara maraton. Dalam satu setengah pekan belakangan, Erick konsolidasi total ke dalam dan ke luar TKN. Potensi Erick digeber. JK pun diajak langsung turun gunung. Bahkan billboard besar JK mendukung Jokowi terpasang. Energi TKN pun menggelagak.

Dua akhir pekan lalu JK mengadakan rapat besar dengan seluruh pentolan TKN. Inti dari gebrakan itu adalah mengeksekusi rancangan 3 bulan masa kampanye. Dan, kampanye artinya logistik. JK dan Erick mendorong: Januari 2019 kampanye serius dimulai. Erick Thohir pun tiga setengah pekan lalu telah menyampaikan akan melakukan serangan ke lawan. Bukan sosialisasi!

Tiga pintu akan digunakan untuk kapitalisasi dan konversi suara. Satu, kampanye lewat media mainstream. Dua, kampanye media sosial. Tiga, kampanye grass roots. Tujuannya pun jelas menaikkan elektabilitas Jokowi, menghancurkan elektabilitas Prabowo.

Selain media, organ operatif pun dibangun. Erick mengarahkan lewat berbagai jalur, karena Erick paham tentang paternalisme dan patronisme di kalangan masyarakat, maka para tokoh yang berpotensi mengeruk suara, juga digiring ke kubu Jokowi-Amin. Tokoh militer, agama, dan aneka profesi dan ketokohan di masyarakat juga menjadi target.

Paparan fakta TKN tidur nyenyak selama tiga bulan pertama Kampanye Nasional adalah gambaran yang sengaja dibuat. Dalam perang ada strategi. Dalam pertempuran politik ada taktik. Dan, Erick bukan orang bodoh. Erick melakukan persiapan-persiapan yang strategis.

Erick sangat paham menggabungkan antara potensi dengan realita. Nah, yang paling krusial yang Erick lakukan adalah konsolidasi kepentingan tokoh, parpol, caleg, pebisnis, profesional yang ada di dalam TKN.

Erick menggalang kekuatan. Berkat Erick maka para pentolan bisnis, kaum muda progresif, para teknokrat, bahkan kalangan militer dan Polri. Yang penting pula ditarik ke gerbong Jokowi adalah para tokoh berhasil ditarik ke dalam gerbong Jokowi.

Salah satu tokoh yang sangat penting untuk berada di barisan Jokowi-Amin adalah JK. Berikut gambaran peran penting JK yang harus diperhitungkan.

(JK akan menjadi masalah besar bagi Jokowi jika dia ada di kubu Prabowo-Sandi, Ini semata karena track record JK yang sering bermain dua kaki, dia paling lihai. Kehancuran Ahok, selain para mesin partai pendukung Ahok gagal berkonsolidasi, juga disebabkan oleh peran JK. JK yang menjadi salah satu kontributor paling kuat kehancuran Ahok.

Tanpa JK, Anies pasti gagal. Kenapa? Peran JK dengan gerbong siluman di jaringan masjid, baik masjid yang normal, maupun masjid radikal, sangat kuat di DKI – Jabar dan Indonesia. Apalagi dalam kontestasi politik nasional di mana Dewan Masjid Indonesia alias DMI memiliki 800 ribu masjid, maka peran JK akan sangat menentukan.

Itulah sebabnya, ketika Erick masuk ke TKN Jokowi-Amin, maka yang saya tunggu, bahkan Presiden Jokowi, adalah arah politik JK. Pengalaman traumatis kekalahan Ahok-Djarot, akibat akrobat JK, membuat JK dilirik dan faktor penentu. Ini yang gagal diamati oleh pengamat. Dan, Erick tahu hal ini dengan sangat baik, meski dia mengaku sebagai pebisnis profesional.

Senyatanya perhitungan politik-bisnis dan bisnis-politiknya sangat kuat. Pebisnis tidak akan bergabung dengan capres yang berpotensi kalah. Itulah sebabnya, dengan mudah Erick Thohir berhasil menarik Ketua Kadin Rosan P Roeslani ke gerbong Jokowi. Tanpa peran Erick, Roslan belum tentu masuk ke gerbong Jokowi!

Melalui daya tarik Erick-lah bisnis dan gurita bisnis digambarkan oleh Erick. Erick sebagai pebisnis sukses berhasil memvisualisasikan keuntungan masuk ke TKN Jokowi-Amin. Erick berhasil merangkul JK. JK pun antusias masuk. Jokowi pun tenang tidak ada kerikil di dalam sepatunya.)

Yang Erick singkirkan pertama adalah kepentingan para parpol di TKN yang kental. Para pentolan dan anggota TKN yang nota bene-nya adalah para caleg saling-silang penuh kepentingan ditertibkan. Kepentingan parpol yang menjadi penyebab TKN 3 bulan hanya bekerja ala kadarnya, hendak diubah menjadi kerja nyata. Kepentingan receh bisnis dalam bisnis di TKN pun berhasil disingkirkan.

Erick berhasil menciptakan suasana hiruk-pikuk penuh semangat. Relawan-relawan pun gempita menyambut. Dunia maya dengan bahkan Jasmev pun turun gunung dengan suka-cita. Gerakan rakyat pun semakin menemukan obor petunjuk. Petunjuk jalan itu adalah Erick Thohir.

Alkisah. Itu semua di atas hanyalah fatamorgana! Januari 2019 telah datang. Suasana masih legang! Sepi di TKN. Sepi di Erick Thohir! Lengang di relawan dan media sosial.

Maka bulan Januari 2019 pun berlalu lewat. Bulan Februari mendekat. Bulan Maret merapat. Bulan April hadir begitu cepat. Dan … 17 April 2019 Jokowi pun tercekat. Ngapain kamu Erick? Kursi goyang itu pun hilang bukan hanya dari rengkuhan Erick Thohir. Karena sejak Agustus 2018 sampai April 2019 hanya berhalusinasi… Nasi sudah menjadi bubur … (Penulis: Jonas Asmara)