Cinta Indonesia, Jokowi Terinspirasi Bung Karno Soal Militer Indonesia

0

Publik selalu membuat dikotomi sipil dan militer. Publik tertarik mengetahui visi keamanan, pertahanan, dan militer Indonesia dalam pandangan Presiden Jokowi. Yang pasti, sepak terjang dan visi Bung Karno membekas dalam jiwa Jokowi. Ini tertangkap dalam beberapa kali dialog penulis dengan orang nomor satu di Republik Indonesia ini. Bagaimana visi Jokowi tentang pertahanan dan militer dipengaruhi oleh kisah Bung Karno?

Visi Militer Bung Karno di Mata Jokowi

Sebagai orang sipil Bung Karno sangat memahami hakikat kekuasaan. Kekuasaan dalam negara selalu terkait dengan kekuatan militer. Militer (baca: juga Polri) adalah kekuatan nyata penopang pertahanan dan keamanan negara, terkait ancaman dari dalam dan luar.

Untuk itu, Bung Karno sebagai orang sipil membangun kekuatan militer dengan doktrin dan filosofi utama berdasarkan sejarah. Rakyat sebagai inti kekuatan Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Tujuan pembentukan TKR adalah untuk keamanan rakyat. Dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat.

Maka keberadaan militer adalah untuk keamanan dan kesejahteraan rakyat. Jokowi mengembalikan peran militer yang pro rakyat dengan membangun. Pembukaan hutan untuk pembangunan jalan di hutan Papua, Kalimantan, Sulawesi, hanya mungkin dilakukan oleh militer, TNI. TNI menjadi kekuatan kerakyatan yang melekat di hati rakyat.

Kesetiaan Militer (BKR) Sejati kepada Bung Karno

Bung Karno pun berdiri kokoh ketika Jenderal Gatot Subroto, AH Nasution, Ahmad Yani, dan tentu sebelumnya dalam revolusi Jenderal Soedirman.

Bung Karno dikelilingi oleh peristiwa pembentukan BKR (Badan Keamanan Rakyat) yang bersejarah. Para pendiri BKR adalah para bekas anggota PETA dan Heiho. Nama-nama  pesetia Bung Karno dari BKR Pusat adalah Moefreni Moekmin, Soeroto Koento, Daan Mogot, Daan Yahya, Sujono, Latif.

Di Bogor ada Hussein Sastranegara dan Ibrahim Adjie. Untuk Karesidenan Priangan dipimpin oleh Arudji Kartawinata dan Pardjaman keduanya mantan Daidan PETA. Juga ada Amir Machmud dan Umar Wirahadikusumah di Sumedang dan Lembang.

Di Purwokerto Soedirman memimpin BKR. Solo dipimpin oleh GPH Djatikusumo. Di Surabaya muncul tokoh dr. Moestopo, Jonosewojo, Soengkono, dan Bung Tomo.

Bung Karno adalah sosok cerdas yang berasal dari rakyat, menyatu dengan militer, bahkan pernah dituduh menjadi kaki tangan Jepang. Dari Bung Karno-lah, yang seorang insinyur Technische Hogeschool atau  ITB, konsep militer-kerakyatan dibangun. Bung Karno menjadi mercusuar bagi militer. Dan yang unik adalah Bung Karno tergambar sebagai tokoh sipil yang didukung militer.

(Keadaan ini berubah ketika eyang saya Presiden Soeharto yang ambisius, yang tidak mengakar dalam pembentukan BKR, menelikung Bung Karno. Dia menyingkirkan para jenderal yang berlatar belakang sesama KNIL. Karena dia bekas tentara Koninklijk Nederland Indishe Leger (KNIL), alias tentara Kerajaan Hindia Belanda. Eyang Presiden Soeharto bukanlah militer yang berangkat dari napas rakyat jelata.)

Bung Karno Mencintai Indonesia sebagai Bangsa Besar

Di mata Jokowi Bung Karno adalah sosok yang sangat mencintai Indonesia. Seluruh kehidupan Bung Karno adalah tentang Indonesia yang besar. Tentang Indonesia yang sejahtera. Tentang Indonesia yang dihormati oleh bangsa-bangsa di dunia. Tentang duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa besar di dunia.

Hal yang paling membekas di benak Jokowi adalah tentang Bung Karno yang memaksa Presiden Amerika John F Kennedy untuk menjemputnya di bandara. Jika tidak dijemputnya, maka Bung Karno yang menyatakan mewakili bangsa besar akan pulang ke Indonesia. Kehormatan dirinya adalah kehormatan bangsa Indonesia.

Untuk itu maka di dalam pergaulan internasional,Presiden Jokowi tidak mau berfoto di pojok atau di belakang. Ini terkait keyakinan protokoler kebesaran bangsa. Kehormatan bagi Jokowi adalah kehormatan bagi rakyat Indonesia.

Seperti halnya Bung Karno, Jokowi melihat Indonesia sebagai bangsa yang besar. Bangga terhadap kebesaran dan keanekaragaman budaya, bahasa, suku-bangsa, dan agama. Semuanya menyatukan kebesaran Indonesia. Salam bahagia ala saya.