AHY Cawapres Prabowo, PKS Bisa Membelot ke Jokowi

0

Dalam hitungan hari, gontok-gontokan pengajuan cawapres pendamping Prabowo akan berakhir. Sejak masuknya Demokrat ke koalisi, praktis kendali koalisi beralih ke Demokrat. Deal politik tingkat tinggi membuat AHY menyodok menyingkirkan Salim Segaf (PKS), Zulkifly Hasan (PAN), dan Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo dari non-partai. Naiknya AHY bisa membuat PKS membelot ke kubu Jokowi.

Naiknya AHY disebabkan oleh beberapa faktor. AHY adalah kontender terkuat dengan angka elektabilitas tertinggi dibandingkan seluruh calon yang disodorkan ke Prabowo. SBY paham soal ini.

Sementara itu Anies Baswedan yang disokong Jusuf Kalla di Pilkada DKI 2017 juga tersingkirkan oleh Demokrat. Demokrat tidak tertarik dengan Anies Baswedan yang dipandang tidak bermanfaat bagi Demokrat setelah didukung di Pilgub DKI 2017.

Gatot Nurmantyo pun tersisih. Gatot dinilai tidak mendongkrak elektabilitas Prabowo karena sesama militer. Sementara AHY dinilai sebagai seorang sipil karena mundur dari dinas militer untuk mengejar mimpi jabatan, oleh ambisi ayahnya. Hal yang wajar untuk anak yang berbakti kepada orang tua.

Salim Segaf sebenarnya punya posisi tawar tertinggi. Meskipun memiliki mesin partai terkuat dan terhebat, kasus 2014 menjadi catatan. PKS tidak mampu memberikan kontribusi kemenangan bagi Prabowo. Yang ada adalah Prabowo menjadi mesin uang bagi para partai pendukung termasuk PKS. Prabowo kehabisan tenaga dan uang untuk pencapresannya jilid 3 ini.

Untuk itu, hanya dengan menggandeng Demokrat maka mesin uang bagi koalisi Prabowo bisa bergerak. Janji dan bukti gerakan PKS di Jawa Barat yang bisa bergerak cepat menaikkan Sudrajat Syaikhu nyaris menang di Pilgub Jabar dan raihan suara hebat di Jateng dan Sumut tidak bisa meyakinkan SBY dan Prabowo. Belum terbukti. Pintar dan cerdas juga Prabowo dan SBY.

Sementara Zulkifly Hasan dengan PAN dan Amien Rais-nya kali ini tidak ngotot. Kepentingan kedekatan antara Amien Rais, Zulkifly Hasan, Hatta Rajasa dan SBY melalui kekerabatan pernikahan telah cukup diwakili oleh AHY. PKS tak paham soal ini.

PKS dan elemen Islam garis keras pun menyebut soal Ijtimak ulama yang menjadi alasan PKS dan kelompok ultra kanan 212, juga tidak digubris oleh Prabowo, Gerindra dan Demokrat. Yang menentukan adalah kekuatan logistik. Itu ada di tangan Demokrat dan kroni selama 10 tahun lalu. Sementara Prabowo dan PAN menyadarinya. PKS tidak.

Itulah gambaran internal koalisi terkait persetujuan dan ketidakpersetujuan politik terkait AHY yang menguat menjadi cawapres pendamping Prabowo. Prabowo-AHY. PKS mau ke mana? Bisa jadi membelot  ke Jokowi. Cebongers dan Kampreters bisa pada golput jika PKS merapat ke Jokowi.